Monday, 4 September 2006

Kapler Marpaung: Anak Petani yang Sukses Jadi Broker Asuransi

Dari Sinar Harapan, 04/09/2006

JAKARTA-Pria kelahiran Medan, 16 Desember 1961 ini sejak awal 2006 duduk sebagai chairman di PT Jupiter Insurance Brokers & Consultants. Setelah sebelumnya selama 13 tahun, tepatnya dari Februari 1994 hingga Oktober 2005 bekerja di PT BGIB Insurance Brokers dengan jabatan terakhir sebagai presiden direktur.

Perusahaan yang sebelumnya bernama PT Bimantara Graha Insurance Brokers & Consultants ini bukanlah tempat Kapler kali pertama bekerja di dunia perasuransian. Jauh sebelum itu, dari tahun 1983-1993 ia bekerja di PT SIUSAR Insurance & Co. Jabatan tertinggi yang dipegangnya Asisten General Teknik dan Marketing.

Sungguh pencapaian karier yang luar biasa bagi Kapler A Marpaung mengingat pertama kali masuk ke perusahaan tersebut, hanya membawa bekal ijazah SMA yang diperolehnya pada 1981 dari Porsea, tidak jauh dari lokasi pabrik bubur kertas PT Toba Pulp Lestari saat ini.

Orang tua Kapler yang “hanya” berprofesi sebagai petani dan pedagang kelontong di Rantau Prapat, Medan, karena alasan ekonomi sengaja menitipkan Kapler kepada kakek- neneknya di Porsea. Kapler ialah anak kedua dari sembilan bersaudara.

Di daerah tidak jauh dari Danau Toba yang berhawa sejuk itu, Kapler kecil juga sempat merasakan dua tahun belajar di sekolah dasar sebelum akhirnya dibawa kembali oleh orang tuanya ke Medan.
“Orang tua saya dengan segala keterbatasannya hanya mampu menyekolahkan anak-anaknya hingga tamat SMA,” kata Kapler berkisah. Alhasil, ambisinya untuk berkuliah di Universitas Sumatera Utara (USU) harus dikubur dalam-dalam lantaran ketiadaan dana.

Kemandirian yang sangat kuat ditanamkan oleh kedua orang tuanya, mendorong Kapler merantau ke Ibu Kota pada 1982, satu tahun setelah lulus SMA.Di bilangan Kenari Jakarta Pusat, Kapler menumpang hidup di kos-kosan teman-temannya satu daerah yang nasibnya lebih beruntung karena dapat berkuliah. “Teman-teman saya banyak yang kuliah di Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Kristen Indonesia (UKI). Hanya saya saja yang tidak kuliah,” kenang Kapler.

Ia mengaku sangat bersyukur dapat bergaul dengan para mahasiswa meski ia sendiri hanya seorang tamatan SMA. Berkat pergaulannya itu ia dapat memupuk keinginan untuk mengenyam pendidikan lebih tinggi.
Keinginan Kapler baru dapat terealisasi pada 1988. Sambil bekerja, sorenya ia berkuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Indonesia.

Suami dari Rosmalinda Nasution ini menuturkan bahwasanya selama dua tahun ia sempat menjadi pegawai negeri di Departemen Tenaga Kerja. Namun, pekerjaaan itu akhirnya dilepas karena merasa tidak cocok dengan jiwanya yang selalu ingin mobile dan dinamis.

Lalu bagaimana ia bisa terjun di dunia perasuransian, Kapler menuturkan perjalanan hidupnya tidak bisa dilepaskan dari pertemuannya pada suatu ketika di Gereja Paulus Menteng dengan seseorang yang memiliki perusahaan broker asuransi.

“Orang itu menawari saya untuk bergabung, padahal ia tahu saya sudah bekerja sebagai pegawai negeri,” kata Kapler. “Beliau meminta saya memikirkan masak-masak tawaran yang asing ini.” Akhirnya, Kapler memilih jalan hidupnya sendiri hingga membawanya pada posisi sekarang. Ia lepas status pegawai negeri yang diidam-idamkan banyak orang untuk menjadi seorang broker asuransi.

Komitmen Kapler dalam memajukan profesi broker asuransi demikian tinggi. Ini terlihat dari seabrek aktivitasnya, antara lain, Ketua Umum Asosiasi Broker Asuransi dan Reasuransi Indonesia (ABAI) dan Ketua Badan Pendidikan dan Pembinaan (BPP) ABAI Periode 2002-2005. Selain itu ia juga menjadi Penasihat ABAI dan Ketua BPP ABAI periode 2005-2008.

Pernah pula Kapler menjabat Wakil Sekjen Himpunan Ahli Pialang Asuransi Indonesia (HAPSI) selama dua periode dan manajer pendidikan BPP-ABAI juga selama dua perode.
Redaktur Eksekutif Jurnal AAMAI dan juga Pemimpin umum majalah Broker ini memeroleh gelar profesi Ahli Pialang Asuransi Indonesia (APAI) dari ABAI pada 1989, kualifikasi Ajun Ahli Asuransi Indonesia-Kerugian (AAIIK) dari AAMAI 1997, serta kualifikasi Certified of Indonesia Insurance & Reinsurance Brokers (CIIB) dari ABAI pada 2000.
Pada Juli 2005, ia juga memeroleh kualifikasi Certified of Wealth Manager (CWM) dari Greenwich University-Business School, Inggris.

Saat ini, pengajar di sejumlah perguruan tinggi dan lembaga pendidikan ini tengah melanjutkan program S-2 bidang teologi di STT Jakarta. Ya, bisa dibilang minat pria yang menikah pada 2002 ini guna memperdalam pengetahuan agamanya demikian besar.

Tidak berhenti sampai di situ, ia pun aktif dalam aktivitas keagamaan. Kapler ditunjuk menjadi ketua umum panitia perayaan hari ulang tahun HKBP distrik 8 (Jawa-Kalimantan) yang ke-66 pada 27 Agustus 2006 di Lapangan Tennis Indoor Senayan.

Lalu saat ditanya apa lagi yang belum kesampaian dalam hidupnya, ia hanya menjawab singkat. “Saya dan istri terus berdoa agar dikaruniai anak oleh Tuhan,” katanya.
(danang j murdono)