Dari Pontianak Post 07/11/2007
Pontianak,- Sumber daya manusia Kalimantan Barat tidak kalah dengan propinsi lainnya. Kali ini, seorang anak petani Sungai Kakap akan berlaga di Jepang membawa nama Kalbar dan Indonesia. Dengan penuh percaya diri bersaing dengan pelajar dari negara lain yang lebih maju di bidang otomotif.
Chairunnisya, Pontianak
Pemuda berusia 20 tahun ini tampak sederhana. Tak banyak bicara. Hanya tersenyum saat mendengar orang bicara. Dengan ramah dia memperkenalkan diri. “Nama saya Sunaryo,” ujarnya saat ditemui wartawan di SMKN 4 Pontianak, yang terletak di Jalan Komyos Sudarso Pontianak.
Dibalik kesederhanaan Sunaryo, tersimpan prestasi yang membanggakan. Dia berhasil menjadi wakil Indonesia untuk bersaing dengan negara lain di bidang otomotif. Hari ini, Rabu (7/10), Sunaryo berangkat dan berjuang mengharumkan nama Kalbar dan Indonesia. Sunaryo akan mengikuti World Skill Competition di Jepang.
Sunaryo merupakan lulusan SMKN 4 Pontianak tahun lalu. Pada 2006, Sunaryo mengikuti lomba otomotif di tingkat kota. Ternyata, dia berhasil menang dan membawa nama Kalbar di tingkat nasional. Di tingkat nasional, Sunaryo berhasil mengalahkan pelajar dari propinsi lain.
Setahun kemudian, Senin (5/10) kemarin, Kepala Sekolah SMKN 4 Pontianak, Gunawan menerima telepon dari Direktorat Pendidikan di Jakarta, yang mengabarkan bahwa Sunaryo akan mewakili Indonesia untuk mengikuti World Skill Competition di Jepang. Akhirnya pihak sekolah pun berusaha menghubungi Sunaryo yang telah lulus dan mempersiapkan akomodasi keberangkatan Sunaryo.
Sunaryo mengaku senang dunia otomotif sejak berusia delapan tahun. Ketika itu, dia hanya bisa memperbaiki mobil-mobilan saja, karena ayahnya, Manto hanya bekerja sebagai petani. Ibunya, Tugiyem hanya seorang ibu rumah tangga saja.
Sunaryo menghabiskan masa kecilnya di Desa Sungai Kakap Kabupaten Pontianak. Dia bersekolah di SDN 021 Parit Keladi dan melanjutkan sekolahnya di SMPN 2 Sungai Kakap. Saat ada waktu senggang, dia membantu orangtuanya bertani di sawah.
Saat ditanya cita-citanya saat kecil, Sunaryo menjawab dengan singkat. Bungsu dari lima bersaudara ini hanya ingin membahagiakan orangtuanya saja.
“Sejak kecil saya hanya ingin membahagiakan orangtua saya saja. Mudah-mudahan apa yang saya lakukan sekarang, orangtua saya merasa bahagia. Saya sangat senang bisa berangkat ke Jepang. Grogi pasti ada lah,” ujar Sunaryo.
Kepala Sekolah SMKN 4 Pontianak, Gunawan menuturkan sebelum berangkat ke Jepang, Sunaryo telah mendapatkan pelatihan selama 1,5 bulan di Jawa. Biaya akomodasi Gunawan ini diperoleh dari kepala sekolah, karena saat menghubungi Dinas Pendidikan Kalbar, mereka mengaku tidak mempunyai dana.
“Saat mendapatkan kabar dari Jakarta, saya langsung menghubungi Kepala Sekolah SMK lain untuk meminta bantuan dana akomodasi ke Jakarta. Alhamdulillah beberapa kepala sekolah mau membantu,” ujar Gunawan.
Gunawan juga mengucapkan terima kasih kepada pihak imigrasi yang memberikan segala kemudahan dalam pengurusan paspor. Disamping itu, mereka juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Kota Pontianak, yang juga memberikan bantuan dan dorongan. Bahkan, Walikota Pontianak, Dr Buchary A Rahman juga telah menemui Sunaryo dan memberikan semangat.
“Mudah-mudahan Sunaryo bisa berhasil di tingkat dunia,” harap Gunawan. (*)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment