Dari: PosMetro Padang, 19 Juni 2008 (postmetropadang.com)Judul Asli: Abdurrahman peringkat Delapan Besar Sumbar
Anak laki-laki itu terlihat sibuk membersihkan satu gudang pemasok komoditi di Palinggam Pasar Gadang, Kota Padang. Satu persatu karung-karung yang berisi kacang-kacang diangkat dan dibersihkannya. Peluh pun menetes, sesekali tangannya menyapu peluhnya. Sekilas perawakannya terlihat seperti anak biasa, namun siapa menduga dibalik kebersahajaan itu tersimpan otak yang cerdas khususnya dalam hitungan akuntansi. Abdurrahman, nama anak petani kelahiran 27 Pebruari 1990 di Singkarak, Kabupaten Solok.
Tiap hari Rahman–panggilan akrabnya–sepulang sekolah akan membantu membersihkan, mengangkat barang-barang yang masuk gudang kacang tersebut. Meski hidup dalam keterbatasan, Rahman tidak pantang menyerah. Dia tetap gigih sekolah dan menjadi orang yang berhasil agar bisa membanggakan kedua orangtuanya. “Kegiatan ini sudah biasa saya lakukan. Sepulang dari sekolah saya kerja dulu di sini menjelang sore. Malam baru belajar,” kata Rahman kepada POSMETRO, Rabu (18/6). Sejak Sekolah Dasar (SD), anak kedua dari lima bersaudara itu sudah terlihat menonjol. Hal itu dibuktikan dengan selalu meraih peringkat juara kelas sejak SD.
Namun, karena keterbatasan ekonomi orangtuanya, Ardawita yang hanya seorang petani, Abdurrahman akhirnya melanjutkan sekolah di Kota. Di Padang, tinggal bersama neneknya di Jalan Pasar Mudik No 13 Kelurahan Pasa Gadang Kecamatan Padang Selatan. Prestasinya di sekolahnya yakni SMK N 3 Padang juga tidak main-main. Peringkat pertama selalu diraihnya, hanya sekali saja Rahman mendapatkan juara II yakni pada semester lima.
Sementara itu, Kepala SMK 3 Padang Edi Suheri, mengakui, Rahman termasuk anak yang membanggakan dan cukup banyak memberikan prestasi pada sekolahnya. “Dia anak yang baik, tidak banyak tingkah. Ketika istirahat akan sangat mudah menjumpainya di perpustakaan,” katanya.
Sejumlah prestasi di bidang akuntansi pernah diraih Rahman. Diantaranya, Juara III Lomba Akuntansi tingkat Sumbar yang diadakan Sekolah Tinggi Ilmu Perbankan Indonesia tahun 2006, juara II lomba Akuntansi tingkat Sumbar yang digelar Ikatan Mahasiswa Tuah Sakato Sekolah Tinggi Administrasi Negara tahun 2007 dan terakhir menjadi peringkat pertama Lomba Cerdas Tangkas Koperasi tingkat Nasional tahun 2007.
Bahkan,setelah memenangkan lomba cerdas tangkas tingkat nasional itu, Rahman berhak menjadi wakil Indonesia berpartisipasi dalam acara ICA Regional Workshop For Managers On Management Of Consumers Cooperatives in Asia-Pasific di Singapura 12-14 Agustus 2008.
Dalam acara tersebut akan ada presentasi dalam Bahasa Inggris dari tiga wakil dari Indonesia itu yang diketuai oleh Abdurrahman. “Kami akan mendukung sepenuhnya Abdurrahman dalam kegiatan ini,” katanya.
Nem Terbaik
Ternyata prestasi siswa miskin itu tidak main-main. Abdurrahman berhasil meraih NEM tertinggi di sekolahnya, dan peringkat delapan besar untuk Sumbar, yakni 36,43. Rahman juga berhasil memperoleh PMDK di Unand yakni lulus pada program Studi Akuntansi kelas bilingual.
Namun lagi-lagi kendala biaya membuatnya bersedih. “Orangtua saya hanya petani kak, jadi bagaimana mungkin bisa kuliah,” kata Rahman yang menggemari buku The Little Prince karya Antonie de Exuperi. (***)
No comments:
Post a Comment