Tuesday, 15 July 2008

Fathor Rahman: Anak Petani Kuliah Modal Menulis


Dari Tabloid Info 15/07/2008
Judul Asli: Anak Petani Mnyelesaikan Kuliah Dengan Menulis

“Oonk”. Demikian teman-temanya memanggil pria ganteng putera dari pasangan Bapak Jefri dan Maria ini. Sikap dan gaya hidupnya yang sederhana membuat orang-orang di sekitamya betah bergaul dengannya. Tidak hanya itu, dia juga rendah hati dan bahkan pemalu. Namun demi kian, jangan tanyakan mengenai prestasi-prestasinya mengenai kepenulisan. Cukup banyak prestasi yang telah dia raih dari upayanya dalam karirnya.

Fathor Rahman Jm dilahirkan di Jem ber, 05 Juni 1984. Pendidikan formal pertama ditempuh di SDN Pace I, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember (lulus tahun 1996) lalu melanjutkan ke MTs Muqaddimatul Akhlak di desa yang sama. Dari MTs di de sa Pace itu, dia meneruskan pendidikan ke lembaga pendidikan pesantren Al-Falah, Karangharjo, Silo, Jember. Kemudian melanjutkan pendidikan tingginya di PP Annuqayah dengan menjadi salah satu mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Keislaman Annuqayah (STIKA) Guluk-Guluk, Sume nep.

Meskipun dilahirkan di Jember, dia mengaku lebih enjoy dan suka tinggal di Madura, khususnya di Sumenep. Karakter bawaannya lebih cocok dengan budaya Madura. Ini tidak mengherankan sebab, kakek dan neneknya memang asli Madura, dan sama-sama eksodus ke Jember. Mereka ketemu di Jember, sepakat untuk menikah, lalu beranak-pinak di sana.

Menurutnya, dalam dunia tulis menulis, teman-teman dari Madura memang lebih bersemangat dan bersemarak. Pengala mannya dalam dunia baca-tulis memang telah dirambah Fathor mulai masih siswa. Tulisannya yang berjudul “Mengembalikan Hak-Hak Perempuan” terpilih sebagai ju ara 11 dalam lomba karya tulis ilmiah di PP Al-Falah. Hal itu menjadi secercah sinar yang menerangi bahwa bakatnya adalah menulis. Di pesantren al-Falah, dia juga berpengalaman menjadi kru majalah Lisan. Di Annuqayah berpengalaman men jadi pimred majalah Safa, majalah yang diterbitkan organisasi santri Luar Madura. Saat ini tulisan-tulisannya telah tersebar di berbagai macam media massa, baik yang lokal maupun nasional. Tulisannya di media lokal sudah tidak terhitung seperti di Fajar, Infokom Sumenep, Hijrah, Sa fa, Lisan, Iqra’, dan lain-lain.

Tulisannya di media nasional antara lain; Mendongkrak Profesionalitas Polisi (Jawa Pos, 9 Mei 2007), Mengembalikan Hak-Hak ODHA (Jawa Pos, 3 Juni 2007), Hijrah ke Lembaga Pendidikan Keterampilan (Jawa Pos, 18 Juli 2007), Ketika Politik Menguat, Pembaharuan Pemikiran Melemah (Jawa Pos, 18 September 2007), PKB dan Komitmen Kembali ke Khitah (Kompas Jatim, 11 Januari 2008), Membangun Sentra Ekonomi Mikro di Madura (Kompas Jatim, 17 Januari 2008), Nabi dan Kejayaan Islam (Duta Masyarakat, 15 April 2005), Ketimpangan Emansipasi Wanita di Indonesia (Duta Masyarakat, 20 April 2007), Pengembaraan Paradigma Teroris (Suara Karya, 19 April 2007), dan masih banyak lagi artikel yang lain dan juga yang berupa ulasan buku.

Tidak hanya itu, saat ini, tulisannya yang betajuk “NU dan Politik Kebangsaan di Indonesia; Revitalisasi Gerakan Politik Kebangsaan NU Untuk Pemberdayaan Bangsa”, terpilih sebagai salah satu juara dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah, bertema “Sumbangan NU dalam Membangun Pera daban di Indonesia”, yang diadakan oleh Pengurus Wilayah NU Jawa Timur.

Kegiatan sehari-hari Fathor saat ini, selain menulis artikel ke berbagai media massa, dia juga aktif dalam lembaga pemberdayaan penelitian “Lingkar Institute”. Saat ini, dia tengah sibuk meneliti mengenai Kiai dan Politik.

Tak hanya itu, dia juga menulis buku. Salah satu buku yang telah ditulisnya adalah Rahasia Politik Kiai Ramdlan (Bupati Sumenep), yang dijadwalkan terbit pada bulan Agustus 2008 mendatang.

Mengikuti perjalanan jejak langkah Fathor, membuat diri terbangun dari lamunan. Dia seorang anak petani di kampung, dengan seperangkat kesederhanaan , ternyata mampu mengantarkan dirinya pada prestasi yang membanggakan.

Ketika ditanya mengenai kesuksesan nya, dia hanya menjawab: “Ah. Itu tidak seberapa. Apa yang saya dapat itu pada awalnya sebenarnya berangkat dari keka caubalauan perekonomian keluarga saya. Karena itu saya berpikir, bagaimana caranya agar saya dapat berkuliah sambil bekerja. Dan pada akhirnya saya rasa, menulis adalah pekerjaan yang dapat menunjang kuliah saya. Tidak hanya menunjang dari segi intelektual, melain kan juga segi finansial. Dorongan dan jasa dari teman-teman juga sangat besar di situ. Makanya, ke depan, saya akan terus berupaya untuk meningkatkan prestasi saya,” katanya. Tersirat pancaran kesuksesan, betapa Fathor masih akan meraih ke suksesan lagi di masa yang akan datang.

Selain menulis, pria ganteng ini juga aktif di organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Menghargai dan memanfaat kan waktu sebaik-baiknya akan menjadi bagian dari upaya menata masa depan menjadi lebih bernilai dan berharga.

Di ujung perbincangan, Fathor menyisipkan pesan, “Menulis produktif tidak hanya sekedar bakat, tapi juga membutuhkan keseriusan dan ketelatenan. Bukan hanya dalam hal menulis, dalam hal yang lain pun juga begitu.”
Oleh Imron Rosyidi Jm

No comments:

Post a Comment